Dini Purwono Bagi Kunci Rahasia Sukses Jadi Corporate Lawyer

Dini Purwono Bagi Kunci Rahasia Sukses Jadi Corporate Lawyer

Dinipurwono.id – Kerja keras, dan jangan minder. Itulah dua kunci sukses Dini Shanti Purwono menjadi corporate Lawyer. Dua kunci sukses itu disampaikan alumnus Universitas Harvard ini di depan puluhan mahasiswa hukum Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang,  Selasa (17 Juli 2018).

Selain berbagi kiat sukses, Dini S Purwono juga menyampaikan peluang menjadi lawyer atau konsultan hukum bisnis syariah bagi mahasiswa Unwahas.

Di aula gedung Fakultas Hukum, alumni Fakultas Hukum UI ini berbagi pengalamannya seputar dunia lawyer hukum bisnis. Dini mengawali karirnya dengan menjadi konsultan hukum pasar modal. Sehari setelah lulus sarjana dari Fakultas Hukum UI, Dini langsung bergabung dengan kantor hukum internasional.

“Wah, menjadi lawyer itu harus tangguh dan kerja ekstra. Harus siap pulang dini hari dan masuk kantor lagi jam tujuh pagi. Awal-awal saya begitu, karena mendapat bos yang sangat pekerja keras,” kata Dini.

Berdasarkan pengalaman sebagai lawyer yg banyak bergelut di pasar modal itu, saat mendapat beasiswa fullbright Dini mengambil konsentrasi master hukum keuangan internasional.

“Di Harvard saya mengambil jurusan international financial law. Saya ingin fokus mempelajari dinamika pasar modal di dunia, dengan pertimbangan pasar modal kita yang memang lagi tumbuh,” tambahnya.

Selama bergerak dalam dunia lawyer, Juru Bicara bidang hukum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini lebih fokus menangani kasus korporasi. Karena itu, kasus yang ditangani lebih banyak mediasi atau non litigasi.

“Kalau corporate lawyer ini, kerjanya menangani kasus-kasus sebelum terjadi perselisihan. Jadi lebih kepada non litigasi. Konsekuensinya, kalau bekerja di corporate lawyer maka penting sekali memahami undang-undang perusahaan,” sambungnya.

Terkait peluang lawyer di bidang hukum syariah, ibu satu anak ini menyatakan kebutuhan pada lawyer yang memahami hukum syariah saat ini semakin banyak. “Ini peluang untuk teman2 di Universitas Wahid Hasyim,” tandasnya.

Rahasia Sukses

Pada kesempatan itu, Dini juga berbagi trik-trik khusus yang mutlak harus dimiliki seorang lawyer atau konsultan hukum. Salah satu syaratnya adalah tak boleh punya rasa minder.

“Nah menjadi lawyer itu jangan punya perasaan minder. Saya sering punya lawan lah dari lawyer-lawyer internasional. Nah mereka itu menang ngomong sama tampilannya aja. Tapi isinya sih sama aja,” jelasnya.

Menjadi konsultan hukum bisnis juga wajib mempunyai keterampilan dalam mengelola konflik. Sehingga, sebelum kasus menjadi besar, bisa diredam dengan efektif. “Istilahnya, sebelum berantem mbok yo dicegah. Jadi hal yang paling penting bagi corporate lawyer adalah mendamaikan,” katanya.

Acara kongkow hukum ini berjalan menarik. Mahasiswa yang menjadi audiens tampak antusias. Pada akhir perbincangan, mahasiswa Fakultas Hukum Unwahas Huda bertanya tentang kesulitan apa saja yang dialami Dini ketika baru masuk di dunia konsultan hukum pasar modal.

“Saya masih ingat betul, saya itu hari minggu baru wisudaan dan Senin sudah masuk kerja. Saya dapat bos yang paling senior, pekerja keras, orangnya biasa pulang jam 3 malam masuk jam 7 pagi. Nah tiga tahun itu saya hampir down. Kerja kayak gini banget. Kayak neraka. Tapi lewat tiga tahun ternyata enjoy juga,” jawab Dini.

Penanya lainnya Gita menyoal perbandingan bisnis luar dan dalam negeri. “Mengapa bisnis di luar negeri lebih maju dibanding Indonesia, bagainana sih aturannya?” tanya Gita.

Dini menegaskan, bahwa hukum bisnis di Indonesia tidak buruk. Hematnya, yang kurang adalah sumber daya manusianya.

“Hukum kita itu gak jelek jelek banget ya. Tapi persoalannya ada pada sumberdayanya. Aturan sebagus apa pun jika sumberdayanya nol sama saja,” tandasnya.

Pada kesempatan pembukaan, Kajur Hukum Ekonomi Syariah Iman Fadhilah menyampaikan bahwa mahasiswa pada jurusannya sangat antusias menyambut kedatangan Dini. Selain karena alumnis Harvard, Dini juga sangat kompeten dalam dunia hukum bisnis.

“Kami sangat terbuka, bahkan semoga mbak Dini tidak hanya yang terakhir datang ke kampus Unwahas,” sambut Iman. (Art)

Beranda

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *