Dini Purwono: Hak Penghayat Harus Diperjuangkan Lewat Parlemen

Dini Purwono: Hak Penghayat Harus Diperjuangkan Lewat Parlemen

Dinipurwono.id – Praktisi hukum Dini S Purwono menginginkan nasib penghayat kepercayaan terus diperjuangkan melalui parlemen.

Hematnya, selama ini nyaris tak ada wakil rakyat yang betul-betul serius memperjuangkan nasib para pewaris tradisi leluhur ini di parlemen.

“Saya ingin memperjuangkan hak-hak penganut kepercayaan di parlemen dengan betul-betul serius,” kata Dini yang juga juru bicara bidang hukum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini pada kesempatan silaturahminya bersama penganut kepercayaan Sapta Darma di Desa Jimbaran, Bandungan, Kabupaten Semarang, Jumat (13/7) sore.

Pada kesempatan itu, Dini disambut hangat sesepuh, tuntunan, ketua serta puluhan warga Sapta Darma. Mereka berbincang hangat seputar kendala-kendala yang dialami warga Sapta Darma.

Bakal calon DPR RI Dapil Jateng 1 ini menambahkan, wakil rakyat saat ini kurang maksimal dalam mengawasi pemerintah, khususnya dalam pelayanan adminduk penganut kepercayaan.

Saat ini, katanya, wakil rakyat harus diisi dengan orang-orang yang serius memperjuangkan toleransi dan anti-korupsi.

“Saat ini, apa ada wakil rakyat serius yang “bersuara keras” mengkritik pemerintah soal layanan adminduk penganut kepercayaan? Padahal semua tahu bahwa pelayanan adminduk terhadap penganut kepercayaan masih susah,” paparnya.

Karena itu, alumnus Harvard Law School itu menginginkan parlemen diisi dengan orang-orang yang mempunyai visi dan misi yang jelas. Bukan wakil rakyat yang hanya modal populer di media masa.

“Karena itu, parlemen yang merupakan lembaga wakil rakyat harus diisi dengan orang-orang yang mempunyai integritas,” terangnya.

Pada kesempatan itu, warga penghayat Sapta Darma mengamini apa yang disampaikan Dini Purwono.

Mereka mengakui, meskipun saat ini dalam adminduk sudah tak ada masalah, namun persoalan pendidikan kepercayaan di sekolah negeri masih mengalami kendala.

Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Hukum, Persatuan Sapta Darma (Persada) Kabupaten Semarang Adi Pratikto menyampaikan, hingga saat ini persoalan utama yang dihadapi warga Sapta Darma adalah pendidikan agama di sekolah. Khususnya di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Kalau soal adminduk memang sudah dilayani dengan baik. Soal KTP, perkawinan, akta kelahiran sudah dilayani dengan baik. Namun, soal pelajaran pendidikan kepercayaan di sekolah masih ada kendala. Khususnya di tingkat SMP,” terangnya.

Mengenai identitas agama di KTP, Alex — sapaan akrabnya –, masih menunggu peraturan teknis dari pemerintah pusat.

“Untuk mengubah kolom agama, yang awalnya kosong (-) menjadi kepercayaan belum bisa. Alasannya, Dinas Catatan Sipil belum menerima aturan teknisnya,” terangnya.

Pada kesempatan itu, hadir sebagai narasumber Direktur eLSA Semarang Dr Tedi Kholiludin. Tedi mengapresiasi apa yang dilakukan Dini sebagai wakil rakyat.

Idealnya, kata dia, para calon wakil rakyat itu wajib blusukan ke kantong-kantong persoalan di masyarakat akar rumput.

“Iya memang idealnya, calon wakil rakyat itu menggali masalah sebanyak-banyaknya dari masyarakat akar rumput. Seperti apa yang dilakukan Dini Purwono ini. Sehingga, kalau terpilih nanti tidak bingung mau ngapain. Tapi, mereka sudah punya program-program dan visi misi yang jelas dalam memperjuangkan hak rakyat,” tegasnya. (Art)

Beranda

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *