PSI ke Parpol Lama: Kenapa Bungkam Saat Ada Gereja Disegel dan Jemaatnya Dipersekusi

PSI ke Parpol Lama: Kenapa Bungkam Saat Ada Gereja Disegel dan Jemaatnya Dipersekusi

Dinipurwono.id – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie menyampaikan kritik kepada partai politik lama. Grace, sapaan akrabnya, menyoal sikap parpol nasionalis yang tak berani bersikap saat ada penutupan rumah ibadah dan persekusi terhadap jemaatnya.

“Kenapa kalian bungkam, ketika pada 27 September lalu, tiga gereja disegel di Jambi karena adanya ancaman dan desakan massa. Hanya PSI yang mengecam! Sedang apa kalian ketika 13 Januari lalu terjadi persekusi atas jemaat GBI Philadelpia yang sedang beribadah di Labuhan Medan?” tukas Grace, heran.

Hal itu disampaikan Grace dalam pidato politik berjudul “Beda Kami –PSI– dengan Partai Lain” di Festival 11 di Medan, Sumatra Utara, Senin 11 Maret 2019.

Sejatinya, sambung Gracet, PSI tak perlu berdiri jika partai-partai nasionalis lama mengerjakan apa yang harus dikerjakan. Mengerjakan persoalan-persoalan kebangsaan yang selama ini terjadi nyata di depan mata. Sayangnya, parpol lama memilih aman dengan tidak bersikap apa pun atas ketidakadilan itu.

Perda Diskriminatif

PSI merupakan partai yang sejak awal lantang menentang terhadap peraturan berbau agama yang cenderung diskriminatif seperti perda-perda agama. Ironisnya, kata Grace, partai nasionalis yang saat ini duduk di DPR justru yang berperan aktif dalam megeluarkan perda-perda diskriminatif.

“Silakan baca ‘The Politics of Shari’a Law’ yang ditulis Michael Buehler, Guru Besar Ilmu Politik Nothern Illinois University, yang dari penelitiannya menyimpulkan bahwa PDI Perjuangan dan Golkar terlibat aktif dalam merancang, mengesahkan, dan menerapkan 58 Perda Syariah di seluruh Indonesia,” tegasnya.

Pidato Grace tak hanya merujuk satu penelitian. “Penelitian Robin Bush juga menyimpulkan hal yang sama,” sambung Grace.

Grace menegaskan, PSI merupakan partai piltik yang berbeda dengan partai politik lama. Meski, berada dalam satu koalisi untuk memenangkan Calon Presiden Joko Widodo dan Calon Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

“Kepada partai lain, yang ada di BPN termasuk juga yang ada dalam satu koalisi TKN, kami mohon maaf. Meskipun kita (TKN) berada dalam perahu yang sama yang akan membawa Pak Jokowi kembali menang, tapi bukan berarti kita tidak memiliki perbedaan,“ pungkas Grace. (Cep)

Kegiatan

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *